Pembukaan Amaliyah Tadris Tahun 2018 Angkatan 25

Diposting pada: 2018-01-05, oleh : Ikromi, Kategori: Agenda Pesantren

HUBULO-Pesantren HUBULO merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang menerapkan sistem utama pendidikannya untuk mencetak seorang “Guru”. Hal ini jelas termaktub pada nama tingkat pendidikan menengahnya yaitu Tarbiyatul Mu'allimin wal Mu'allimat Al-Islamiyah ( TMI). Guru yang dimaksud disini ialah bahwa profesi apapun yang nantinya akan dijalani oleh seluruh alumni HUBULO hendaklah ia tetap 'mengajar'. Pedagang yang mengajarkan kejujuran, Hakim yang mengajarkan keadilan, Polisi yang mengajarkan kedisiplinan, dan lain sebagainya.

Dalam membentuk mental dan karakter yang baik dalam mengajar, diadakanlah ujian praktek mengajar yang bernama  'Amaliyah Tadris.  'Amaliyah Tadris merupakan ujian yang diperuntukkan untuk santri kelas akhir, dimana masing-masing santri diwajibkan untuk mengajar dan menjadi guru 'sungguhan' selama 1 jam pelajaran atau 45 menit.

Beratnya ujian ini tidak lain karena semua santri diwajibkan membuat materi persiapan (I'dad) yang panjang dan harus sesuai dengan thoriqoh atau metode pelajaran Tarbiyah wa Ta'lim yang merupakan pedoman seluruh pembelajaran di Pesantren Modern, dan kemudian I'dad tersebut dikoreksi, dipelajari dan dipraktekkan dalam ujian. Yang lebih sulit lagi dalam prakteknya santri kelas 6 harus menghadapi kelas dengan santri yang memiliki bermacam-macam karakter dan sifat, serta tingkat pemahaman terhadap materi pelajaran yang berbeda-beda dengan menggunakan bahasa arab dan inggris.

Inilah nilai utama dari ujian 'Amaliyah, bahwa setiap calon alumni/ lulusan HUBULO harus memiliki karakter dan mental yang kuat, mampu mengayomi seluruh masayarakat dimana ia berada layaknya ia mengajar dalam suatu kelas, memliki pengetahuan yang luas terhadap suatu masalah sehingga setiap pertanyaan dari masyarakat mampu ia jawab dan selesaikan, dan yang lebih penting lagi ialah alumni HUBULO harusnya memiliki ketinggian aqidah dan kedalaman Iman yang kuat, sehingga mampu membimbing masyarakat ke jalan kebaikan. itulah bagian kecil hikmah dari ujian 'Amaliyah Tadris.

Tahun ini 'Amaliyah Tadris diikuti sebanyak 45 orang santri angkatan 25 yang dilaksanakan selama 13 hari, yaitu dari tanggal 5-18 Januari 2018 M . Adapun macam-macam pelajaran yang diamaliyah tadriskan ada 5 pelajaran yaitu Muthola'ah, Mahfudzot, Nahwu, Imla', dan Bahasa Inggris. Romi_82

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini