Luruskan Niat

Kategori: Hikmah Diposting oleh : Administrator Dibaca : 221 kali Pada : Minggu, 04 Mei 2014 - 13:29:08 WIB

Tahun ini 2013 sebagian orang mengejar untuk mencari jabatan menjadi anggota dewan yang katanya WAKIL RAKYAT. ada berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh pencari JABATAN atau calon WAKIL RAKYAT tersebut . ada yang ingin mencari kekayaan, ada yang katanya di dukung oleh rakyat, ada yang katanya didukung oleh istri/ suami, ada yang katanya ingin membela rakyat, ada yang katanya mengaku amanah ada yang ingin dikenal, ada yang ingin di tulis dalam sejarah pokoknya macam macam motif dan tujuannya. coba baca kisah ini 

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau. 
Rasulullah saw bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”
“Ada, ya Rasulullah!” jawabnya, “Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum.” 
“Bawalah kemari kedua barang itu,” sambung Rasulullah saw.
Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barang diterima, Rasulullah saw segera melelangnya. Kepada para sahabat yang hadir pada saat itu, beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang sahabat menawar kedua barang itu dengan harga satu dirham.
Tetapi Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satu dirham, “Dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah kepada para hadirin sampai dua kali. 
Inilah lelang pertama kali yang dilakukan Rasulullah. Tiba-tiba salah seorang sahabat menyahut, “Saya beli keduanya dengan harga dua dirham.”
Rasulullah menyerahkan kedua barang itu kepada si pembeli dan menerima uangnya. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, seraya berkata, “Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi ke sini.”
Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak. Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu, lantas berkata, “Pergilah mencari kayu bakar, lalu hasilnya kamu jual di pasar, dan jangan menemui aku sampai dua pekan.”
Lelaki itu taat melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah dua pekan berlalu ia menemui Rasulullah melaporkan hasil kerjanya. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan ia berhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan dan pakaian.
Mendengar penuturan lelaki Anshar itu, Rasulullah bersabda, “Pekerjaanmu ini lebih baik bagimu daripada kamu datang sebagai pengemis, yang akan membuat cacat di wajahmu kelak pada hari kiamat.”
Rasulullah saw memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Dalam Islam bekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Karena itu, tidak salah ketika saya mengatakan, jangan pernah berpikir menjadi caleg hanya sekadar mencari kekayaan. Tetapi bagian dari pengabdian diri untuk mengangkat martabat kemanusiaan. Bekerja adalah ibadah yang harus kita lakukan bersama.Apalagi kalau bekerja dilandasi dengan niat yang lurus, dan sangat bagus jika menjadi wakil rakyat niatnya lurus hanya karena Allah swt. Selamat untuk calon wakil rakyat yang lurus niatnya.

Abu Asya


Berita Terkait
Komentar (3)
edu backlinks

Info yang sangat baik, sukses terus

klik disini

artikelnya bagus sekali nih,terimakasih banyak
http://cinta009.blogspot.com/

Diabetes

Halo apa kabar saya senang bisa kunjung blog ini dan berkenalan admin

Isi Komentar
  • Name:
  • Website:
  • Messege:

  • (Masukkan 6 kode diatas)


Top
  • Follows us our servcies